Rss Feed

CONTOH KASUS AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL(TUGAS 8)


NAMA            : WINDY WULANDARI
KELAS           : XI IPS 1
TUGAS           : SOSIOLOGI (DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL)
TEMA             : KRIMINALITAS
JUDUL           : TEREKAM  CCTV, GENG MOTOR SUNTER BERAMBUT CEPAK
TANGGAL    : 11 April 2012
SUMBER       : www.merdeka.com



            Aksi pengeroyokan geng motor yang terjadi di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, terekam kamera CCTV. Dalam tayangan CCTV itu, tampak puluhan orang berbadan tegap datang dengan mengendarai sepeda motor. Dalam kejadian itu satu orang tewas.
            Hingga saat ini polisi masih menelusuri perihal peristiwa ini. Dugaan sementara peristiwa di Sunter adalah aksi balas dendam karena tewasnya Kelasi Arifin, anggota TNI AL yang diserang geng motor, Sabtu (31/3) lalu di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.
            Geng motor merupakan salah satu dari kelompok sosial yang anggota kelompok menggunakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. kelompok sosial ini dibentuk kebanyakan karena adanya latar belakang yang sama. Lebih sering latar belakangnya adalah “have fun with motorcycle”. Mungkin awalnya memang nongkrong-nongkrong di jalan dengan sepeda motor. Entah hanya kumpul-kumpul atau melakukan tindakan yang lainnya yang bagi mereka mengasikkan. Sebagian dari kebanyakan geng motor, mayoritas geng motor beranggotakan remaja. Aksi geng motor yang sedang marak (brutal) banyak diidentikkan dengan kenakalan remaja yang selalu bisa dilakukan oleh remaja lainnya . Memang, remaja merupakan sebuah posisi dimana tidak dapat dikatakan anak-anak juga belum bisa dikatakan remaja. Posisi remaja merupakan posisi rawan, dimana ia bisa dapat goyah dan yakin dengan mudahnya. Entah itu tentang pencarian jati diri atau mencari posisi dalam sebuah komunitas. Penarian jati diri inilah yang sering menjadikan kenakalan remaja semakin menjadi.  Perubahan social yang terjadi dikalangan remaja biasanya cepat terjadi dan menimbulkna disorganisasi untuk penyesuainan diri. Aksi geng motor tak jarang dapat berujung pada kriminalitas pembunuhan.
 Menurut teori fungsional yang dikemukakan oleh  Wiliam F.Ogburn, faktor teknologis yaitu adanya  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baru akan mengakibatkan perubahan yang secara luas. Seperti halnya penemuan dibidang informasi, komunikasi dan teknologi dapat menimbulkan hal positif maupun negative. Lalu dengan semakin canggihnya teknologi didunia otomotif, maka timbulah masyarakat yang cenderung sering melakukan hubungan dengan masyarakat lain yang menyukai otomotif pula. Atas dasar kecintaan pada dunia otomotif ini maka timbulah rasa in group sehingga mereka membuat suatu komunitas baru atau  jika otomotifnya itu  pada motor yang biasa disebut geng motor.
            Dewasa ini sering terdengar image negative dari para komunitas geng motor itu. Banyak sekali kasus yang terjadi  diberbagai daerah, khusunya Bandung dan Jakarta. Aksi mereka ini seringkali menimbulkan kriminalitas, seperti kekerasan, pembunuhan dan sebagainya. Entah atas dasar apa mereka melakukan hal itu, mungkin banyak sekali alasan mengapa mereka melakukan hal itu. Seperti halnya pada kasus Aksi pengeroyokan geng motor yang terjadi di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, yang terekam kamera CCTV.
Dalam tayangan CCTV waktu kejadian dimulai pada Sabtu (7/4) pukul 02.55 WIB. Sebanyak empat kamera CCTV merekam kedatangan kelompok penyerangan dan aksi penganiayaan yang mereka lakukan. Tampak dalam tayangan tersebut, puluhan orang mengendarai sepeda motor masuk ke dalam mini market Circle K yang terletak di area pom bensin Shell. Kelompok penyerang ini mengenakan helm dan berjaket hitam. Di wajah mereka terlihat cat putih di pipi bagian bawah mata. Di rekaman CCTV itu juga terlihat, tiga orang mengenakan baju biru yang sama. Mereka berbadan kekar dan berambut cepak, lalu masuk ke dalam mini market dan melakukan penganiayaan terhadap korban.Mereka masuk ke dalam minimarket dengan mengayun-ayunkan kayu dan pentungan. Di sana, terlihat korban meninggal dunia yaitu Soleh dan luka berat yaitu Zaenal yang diserang dan dianiaya.

            Korban pun sempat lari ke gudang di sebelah belakang minimarket. Namun penyerang bergerombol menyusul dan menganiaya korban di gudang itu. Belum puas, kelompok penyerang yang tetap menggunakan helm itu kemudian menyeret para korban yang sudah berlumur darah keluar dari mini market. Penganiayaan itu dilanjutkan di parkiran pom bensin, di depan mini market itu. Di luar, korban ditendang dan dihadiahi bogem mentah berkali-kali oleh para pelaku. Hingga akhirnya dua orang korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan motor. Dua unit sepeda motor terlihat berbonceng tiga, dua orang dari kelompok pelaku dan seorang diapit di tengah merupakan kelompok korban.

Akibat peristiwa ini, salah seorang remaja itu tewas yakni Soleh (16) dengan sejumlah luka bacokan di tubuhnya. Sementara tiga temannya, yakni Zaenal (19), Adrian (19) dan Reza (16) mengalami cedera luka berat dan ringan akibat terkena sabetan golok.
Hingga saat ini polisi masih menelusuri perihal peristiwa ini. Dugaan sementara peristiwa di Sunter adalah aksi balas dendam karena tewasnya Kelasi Arifin, anggota TNI AL yang diserang geng motor, Sabtu (31/3) lalu di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.
           

LAMPIRAN FOTO

NAMA            : WINDY WULANDARI
KELAS           : XI IPS 1
TUGAS           : SOSIOLOGI (DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL)
TEMA             : KRIMINALITAS
JUDUL           : TEREKAM  CCTV, GENG MOTOR SUNTER BERAMBUT CEPAK
TANGGAL    : 11 April 2012
SUMBER       : www.merdeka.com


            Aksi pengeroyokan geng motor yang terjadi di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, terekam kamera CCTV. Dalam tayangan CCTV itu, tampak puluhan orang berbadan tegap datang dengan mengendarai sepeda motor. Dalam kejadian itu satu orang tewas.


            Hingga saat ini polisi masih menelusuri perihal peristiwa ini. Dugaan sementara peristiwa di Sunter adalah aksi balas dendam karena tewasnya Kelasi Arifin, anggota TNI AL yang diserang geng motor, Sabtu (31/3) lalu di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.

            Geng motor merupakan salah satu dari kelompok sosial yang anggota kelompok menggunakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. kelompok sosial ini dibentuk kebanyakan karena adanya latar belakang yang sama. Lebih sering latar belakangnya adalah “have fun with motorcycle”. Mungkin awalnya memang nongkrong-nongkrong di jalan dengan sepeda motor. Entah hanya kumpul-kumpul atau melakukan tindakan yang lainnya yang bagi mereka mengasikkan. Sebagian dari kebanyakan geng motor, mayoritas geng motor beranggotakan remaja. Aksi geng motor yang sedang marak (brutal) banyak diidentikkan dengan kenakalan remaja yang selalu bisa dilakukan oleh remaja lainnya . Memang, remaja merupakan sebuah posisi dimana tidak dapat dikatakan anak-anak juga belum bisa dikatakan remaja. Posisi remaja merupakan posisi rawan, dimana ia bisa dapat goyah dan yakin dengan mudahnya. Entah itu tentang pencarian jati diri atau mencari posisi dalam sebuah komunitas. Penarian jati diri inilah yang sering menjadikan kenakalan remaja semakin menjadi.  Perubahan social yang terjadi dikalangan remaja biasanya cepat terjadi dan menimbulkna disorganisasi untuk penyesuainan diri. Aksi geng motor tak jarang dapat berujung pada kriminalitas pembunuhan.
 Menurut teori fungsional yang dikemukakan oleh  Wiliam F.Ogburn, faktor teknologis yaitu adanya  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baru akan mengakibatkan perubahan yang secara luas. Seperti halnya penemuan dibidang informasi, komunikasi dan teknologi dapat menimbulkan hal positif maupun negative. Lalu dengan semakin canggihnya teknologi didunia otomotif, maka timbulah masyarakat yang cenderung sering melakukan hubungan dengan masyarakat lain yang menyukai otomotif pula. Atas dasar kecintaan pada dunia otomotif ini maka timbulah rasa in group sehingga mereka membuat suatu komunitas baru atau  jika otomotifnya itu  pada motor yang biasa disebut geng motor.
            Dewasa ini sering terdengar image negative dari para komunitas geng motor itu. Banyak sekali kasus yang terjadi  diberbagai daerah, khusunya Bandung dan Jakarta. Aksi mereka ini seringkali menimbulkan kriminalitas, seperti kekerasan, pembunuhan dan sebagainya. Entah atas dasar apa mereka melakukan hal itu, mungkin banyak sekali alasan mengapa mereka melakukan hal itu. Seperti halnya pada kasus Aksi pengeroyokan geng motor yang terjadi di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, yang terekam kamera CCTV.
Dalam tayangan CCTV waktu kejadian dimulai pada Sabtu (7/4) pukul 02.55 WIB. Sebanyak empat kamera CCTV merekam kedatangan kelompok penyerangan dan aksi penganiayaan yang mereka lakukan. Tampak dalam tayangan tersebut, puluhan orang mengendarai sepeda motor masuk ke dalam mini market Circle K yang terletak di area pom bensin Shell. Kelompok penyerang ini mengenakan helm dan berjaket hitam. Di wajah mereka terlihat cat putih di pipi bagian bawah mata. Di rekaman CCTV itu juga terlihat, tiga orang mengenakan baju biru yang sama. Mereka berbadan kekar dan berambut cepak, lalu masuk ke dalam mini market dan melakukan penganiayaan terhadap korban.Mereka masuk ke dalam minimarket dengan mengayun-ayunkan kayu dan pentungan. Di sana, terlihat korban meninggal dunia yaitu Soleh dan luka berat yaitu Zaenal yang diserang dan dianiaya.


            Korban pun sempat lari ke gudang di sebelah belakang minimarket. Namun penyerang bergerombol menyusul dan menganiaya korban di gudang itu. Belum puas, kelompok penyerang yang tetap menggunakan helm itu kemudian menyeret para korban yang sudah berlumur darah keluar dari mini market. Penganiayaan itu dilanjutkan di parkiran pom bensin, di depan mini market itu. Di luar, korban ditendang dan dihadiahi bogem mentah berkali-kali oleh para pelaku. Hingga akhirnya dua orang korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan motor. Dua unit sepeda motor terlihat berbonceng tiga, dua orang dari kelompok pelaku dan seorang diapit di tengah merupakan kelompok korban.


Akibat peristiwa ini, salah seorang remaja itu tewas yakni Soleh (16) dengan sejumlah luka bacokan di tubuhnya. Sementara tiga temannya, yakni Zaenal (19), Adrian (19) dan Reza (16) mengalami cedera luka berat dan ringan akibat terkena sabetan golok.
Hingga saat ini polisi masih menelusuri perihal peristiwa ini. Dugaan sementara peristiwa di Sunter adalah aksi balas dendam karena tewasnya Kelasi Arifin, anggota TNI AL yang diserang geng motor, Sabtu (31/3) lalu di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.
           







           


           

0 komentar:

Poskan Komentar